Perjalanan Pengusaha Pliek u Ke Pimnas 29 Institut Pertanian Bogor

Kukisahkan padamu kawan, ini adalah perjalananku bersama tim Pasta Pliek u yang diundang dalam perhelatan akbar Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) yang ke 29 di Institut Pertanian Bogor yang disingkat IPB. Tim kami yang terdiri dari Nuzulul Rahmi, Muhammad Wali (saya sendiri), Muhammad Fadhil, Mahdalena, dan Asmaul Husna adalah peserta kelompok PAPIU SERAKAH atau pengusaha dari Numasco Food (pemilik usaha pasta pliek u) yang sebelumnya telah terpilih pada Program Kreativitas Mahasiswa bidang kewirausahaan (PKM-K), didanai oleh DIKTI, lalu melakukan wawancara dan evaluasi program, tim ini pun terpilih kembali sebagai kontingen yang berhak mendapat undangan untuk berkompetisi kembali di PIMNAS IPB ke 29 di kota Bogor yang diadakan pada tanggal 8-12 Agustus 2016.

Tepat setahun berlalu,  dimana tanggal dan hari ketika perjalanan udara melintasi pulau sumatera, selat malaka, pegunungan bukit barisan, menuju ke pusat Ibu Kota Indonesia, Jakarta. Aku ingin mengikat kembali memori itu dalam goresan penaku hari ini. Supaya tidak hilang di kemudian hari bahkan ketika ku meninggalkan dunia ini.

Perjalanan pengusaha pliek ke IPB Darmaga Bogor - foto by ibu selvy

Kukisahkan padamu kawan, ini adalah perjalananku bersama tim Pasta Pliek u yang diundang dalam perhelatan akbar Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) yang ke 29 di Institut Pertanian Bogor yang disingkat IPB. Tim kami yang terdiri dari Nuzulul Rahmi, Muhammad Wali (saya sendiri), Muhammad Fadhil, Mahdalena, dan Asmaul Husna adalah peserta kelompok PAPIU SERAKAH atau pengusaha dari Numasco Food (pemilik usaha pasta pliek u) yang sebelumnya telah terpilih pada Program Kreativitas Mahasiswa bidang kewirausahaan (PKM-K), didanai oleh DIKTI, lalu melakukan wawancara dan evaluasi program, tim ini pun terpilih kembali sebagai kontingen yang berhak mendapat undangan untuk berkompetisi kembali di PIMNAS IPB ke 29 di kota Bogor yang diadakan pada tanggal 8-12 Agustus 2016.

 Perjalanan Aceh-Medan

Perjalanan kami dimulai  dari terminal Kota Lhoksukon sekitar jam 10 malam setelah sebelumnya terlebih dahulu menyantap bakso ojolali bersama-sama disana.

Ini gambar Promo yang ditempel di warung itu. Jika Anda ke terminal ini boleh mampir, ini promosi gratis ya. Tersedia berbagai macam makanan dan minuman segar disana.
Perjalanan Pengusaha Pliek u Ke Pimnas 29 Institut Pertanian Bogor
Warung Ojolali (foto by akhywali)

Setelah melahap baksonya yang lezat dan minum jus-jus yang unik seperti Nurdin (Nutrisari Dingin), Mandi (ini yang gak tahu, boleh di jawab di komentar nanti), Susdin (Susu dingin), Kami pun bergegas menuju mobil yang akan membawa kami ke Kuala Namu, Medan. Tempat dimana kami nantinya akan terbang di udara, menikmati penerbangan angkasa, jadi astronot tanpa bergabung ke lembaga NASA. (Ah, kamu, terlalu percaya diri saja).

Sesaat kemudian kami telah bergabung bersama ibu dosen pendamping kami, suaminya, sopir, dan satu penumpang lain pun ada disana. Setelah semuanya lengkap, mobil yang mengantar rombongan kami pun bergerak meninggalkan terminal kabupaten kami.

Groo....Grooo..  Aku yang menempati bangku belakang kini tertidur nyenyak dalam sarung yang menyelimutiku dari kedinginan malam itu. Tidak ada pemandangan alam yang bisa dinikmati karena gelapnya malam di jalanan ini. Aku baru sadar diri ketika tiba di Kuala Simpang.  Singgah sebentar. Sejam kemudian perjalanan kami berlanjut kembali. Aku tertidur lagi, sarung kian melekat kini.

Selebihnya Aku tidak ingat lagi, hilang bersama mimpi-mimpi untuk kemenangan yang akan kami bawa ketika pulang nanti.

Kami telah tiba di Bandara Kuala Namu, Medan pada pukul 5 Subuh. Di kalender handphone-ku, hari itu menunjukkan tanggal 7 Agustus 2016, hari minggu yang ceria. Sekarang kami tinggal berenam, 5 orang dari tim dan seorang ibu dosen pendamping kami, yang lain kini mulai berpisah. Mereka hanya mengantar kami hingga Bandara saja mereka tidak ikut terbang nantinya. Setelah menurunkan koper bawaan masing-masing kami pun memasuki pintu keberangkatan. Lalu kami mencari mushalla terlebih dahulu untuk menunaikan Shalat Subuh. Setelah semuanya selesai kami pun berfoto bersama terlebih dahulu. Lihatlah betapa ganteng dan cantiknya kami di dalam gambar ini.

Berfoto bersama di dinding Bandara - (sumber: dokumentasi pribadi)

Foto bersama sudah, kini waktunya makan dan siap makan kami tidak lupa berfoto lagi. Cekreekk..

Foto diambil: Minggu, 07 Agustus 2016, 07.29.40 (foto by Nuzulul Rahmi)

Usai berfoto-foto jam sudah menunjukkan pukul 07.30 Wib. Sekarang kami harus segera Check-in biar tidak ketinggalan pesawatnya. Usai check-in selembar kertas pun didapat. Ini buktinya. Lion Air JT 207, Jalan-jalan gratis dibayar pemerintah yang baik hati.

Tiket Pesawat Gratis (foto by Akhywali)

Setelah mendapatkan kertas tersebut kami pun menuju ke Gate yang telah ditentukan yaitu 8. Bukan sembarang orang yang bisa memasuki gate. Ada syaratnya, kita harus terlebih dahulu berhadapan dengan dua pintu penjagaan security bandara (AvSec) yang memeriksa barang bawaan kita. Pintu penjaga pertama kita harus menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan kertas yang kita dapatkan tadi. Lalu pada pintu pemeriksaan kedua semua orang harus melepaskan logam-logam yang melekat di tubuhnya terlebih dahulu seperti handphone, jam tangan, tali pinggang, dan jaket. Jika lulus sensor barulah dipersilakan masuk dan santai-santai kembali menuju ke gate 8, tempat kita menunggu penerbangan. Seperti yang kita lihat di lembar kertas itu kita akan berangkat pada pukul 08.10 dan kita saat itu juga harus sudah ada di dalam pesawat.

***


Naik pesawat dari Kuala Namu ke Soekarno Hatta International Airport

Waktunya telah tiba sebentar lagi penerbangan akan dilakukan kini para pengusaha pasta pliek u itu pun telah duduk di kursi pesawat masing-masing. Mereka merekatkan sabuk pengaman seperti anjuran pramugari yang cantik-cantik, mulai membaca buku panduan keamanan, mematikan handphone, dan lampu kabin pesawat pun dimatikan.

Pesawat Lion JT 207 itu kini mulai berjalan di landasan pacuannya untuk mengambil aba-aba dan ancang-ancang menuju tujuannya yaitu ke angkasa tempat awan-awan putih itu berada. Pesawat kini telah mengangkasa. Pemandangan langit pagi yang cerah pun terlihat begitu bersahaja.

***

Aku sudah lupa dengan siapa duduk ketika itu. Namun, yang pasti sayap pesawat yang gagah itu bisa kulihat dengan jelas. Laut di bawah kami begitu luas, nampaknya itulah Selat Malaka. Lalu memasuki Laut Cina Selatan. Pesawat kini mulai meninggi naik melebihi awan yang seperti kapas. Bergelombang-gelombang indah. Kami seperti di dalam mimpi. Beberapa saat kemudian setelah melihat pemandangan alam di langit yang biru itu Aku memilih tidur dan berdo’a agar kami sampai ke tujuan yaitu Pulau Jawa. Tempat yang baru saja ku singgah beberapa bulan yang lalu yaitu ketika mengikuti program Inkubasi Bisnis Teknologi(IBT) yang juga diadakan Kemenristekdikti.


Setelah duduk dengan tenang selama 2 jam dan tidur-tidur sebentar akhirnya kami pun bisa melihat kembali laut di bawah sana melalui kaca jendela pesawat yang membawa kami. Terlihat kapal-kapal besar yang sedang bekerja menangkap ikan, hamparan laut, dan pulau jawa, sejenak kemudian pesawat pun memutar-mutar mencari arah masuk ke dalam bandara Soekarno Hatta.

Suara bising pesawat ketika turun sungguh memekakkan telinga hampir saja telinga ini kupikir telah hilang.

Kami telah tiba di bandara Soekarno Hatta dengan selamat pada pukul 11 lebih atau kurang sedikit.

Selanjutnya Aku langsung meluruskan kaki kembali, rasanya lega sekali bisa melakukan perjalanan hebat ini. Setelah melepaskan sabuk pengaman Aku langsung mengambil tas yang kusimpan di atas kepala begitu juga dengan sahabatku, pengusaha Pasta Pliek u lainnya.

Kami langsung turun dan berfoto kembali.
Tim Numasco Food (foto by Akhywali)

Inilah tim Numasco Food, pengusaha pasta pliek u dari Aceh, Sorry lah ya, saya tidak berada di dalam gambar karena saya photografernya. Mereka sangat bahagia, tersenyum begitu gembira. Sungguh gambar yang memiliki makna yang besar untuk kami. Begitu lekat memori kenangan-kenangan itu tersimpan. I’m Very Happy guys.

Oh, ternyata penulis ada juga nih. Berdiri sendiri tanpa ditemani sahabat dan kekasih. Hihi.
Penulis Akhywali (foto dokumentasi pribadi)

Setelah berfoto-foto kami pun masuk ke dalam Bandara tersebut untuk mengambil koper barang bawaan. Setelah mendapatinya kami langsung keluar melalui pintu yang telah ditentukan.

 Dari bandara menuju kampus darmaga IPB Bogor

Alangkah istimewanya kehadiran kami karena disana kami telah ditunggu dan dinanti-nanti oleh para panitia dari Institut Pertanian Bogor, tuan rumah penyelenggara PIMNAS XXIX tahun 2016. Begitu tiba kami disambut dengan papan yang bertuliskan kontingen Universitas Malikussaleh. Kami terpana sejenak dan kembali berfoto bersama dengan tulisan itu. Haha.  

Foto bersama tim dan dosen pendamping - (dokumentasi pribadi)


Jalan-jalan menikmati keindahan bumi Indonesia ternyata belum usai dan kini kami diarahkan ke bus yang telah disediakan panitia. Kita akan ke bogor dengan menempuh jalan darat.

Sebuah sudut keramaian di depan pintu keluar bandara terekam kamera kami.


Keramaian di depan pintu Bandara Soeekarno Hatta - foto by akhywali

Sekitar jam 12.00 kami mulai bersiap-siap naik bus dan mencari tempat duduk yang nyaman menuju kampus  IPB Darmaga, Bogor.

Aku memilih duduk dekat jendela supaya bisa melihat lebih jelas pemandangan bandara, ibu kota Jakarta, tugu patung pancoran, busway, angkot, gedung-gedung yang menjulang tinggi, dan lain-lain nantinya.

Kalau tidak salah perjalanan ke Bogor butuh waktu hingga 3 jam lamanya karena ramai dan sesekali mengalami kemacetan di Kota Jakarta.

Tiba di kampus IPB Darmaga, Bogor

Jam 3 barulah kami sampai di kampus darmaga. Alhamdulillah, kami langsung disambut ramah panitia.
Baru sampai di kampus IPB Darmaga, Bogor - foto by akhywali

Dikumpulkanlah semua ketua kelompok dan dosen pendamping untuk diberikan arahan dan pembagian panitia LO serta asrama masing-masing kontingen. Setelah semuanya selesai kami pun berpencar. Para peserta cowok langsung ke asrama putra dan peserta cewek diarahkan ke asrama putri.

Tiba di asrama, Aku dan Fadhil langsung mendaftar ke panitia asrama untuk mendapatkan kunci kamar asrama kami. Kami pun langsung ke kamar dan menyimpan semua barang bawaan. Istirahat sejenak, lalu sholat ‘Ashar, dan keluar jalan-jalan lagi bersama tim kami yang putri. Jalan-jalan melihat sekeliling Kampus IPB ini dan terakhir mengunjungi pasar yang berada di luar pagar kampus berada. Kami masih ada waktu banyak sebelum bertempur dengan kegiatan-kegiatan luar biasa di keesokan harinya.

Sebuah impian pergi gratis tanpa uang sendiri akhirnya tercapai juga. Rezeki Allah beri tanpa di duga dan di sangka-sangka. Ku panjatkan syukurku kepada-Nya.

Ikuti terus cerita kami dalam episode atau kategori PIMNAS lainnya. 

COMMENTS

Name

Adsense,1,Astronomi,9,Bisnis,15,Blogging,22,Buku,10,Catatan,84,Cinta,7,Computer Science,34,Delphi,2,Dunia Kepenulisan,9,Freelancer,1,Gadget,2,Game,2,HUT RI 70,2,Ilmu Pengetahuan,2,Inspirasi Tokoh,1,Kepribadian,2,Kesehatan,1,Keuangan,1,Khotbah,4,KKN,7,Lifestyle,1,Matematika,1,Motivasi,13,Pengalaman,21,PIMNAS,2,Produktivitas,3,Professional,4,Resensi,4,Review,7,Sahabat,4,SEO,1,Smartphone,1,Startup,6,Student,42,Teknologi,15,Tips,20,Travelling,13,Tutorial,3,Vlogging,1,Wirausaha,31,Youtuber,1,
ltr
item
Muhammad Wali: Perjalanan Pengusaha Pliek u Ke Pimnas 29 Institut Pertanian Bogor
Perjalanan Pengusaha Pliek u Ke Pimnas 29 Institut Pertanian Bogor
Kukisahkan padamu kawan, ini adalah perjalananku bersama tim Pasta Pliek u yang diundang dalam perhelatan akbar Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) yang ke 29 di Institut Pertanian Bogor yang disingkat IPB. Tim kami yang terdiri dari Nuzulul Rahmi, Muhammad Wali (saya sendiri), Muhammad Fadhil, Mahdalena, dan Asmaul Husna adalah peserta kelompok PAPIU SERAKAH atau pengusaha dari Numasco Food (pemilik usaha pasta pliek u) yang sebelumnya telah terpilih pada Program Kreativitas Mahasiswa bidang kewirausahaan (PKM-K), didanai oleh DIKTI, lalu melakukan wawancara dan evaluasi program, tim ini pun terpilih kembali sebagai kontingen yang berhak mendapat undangan untuk berkompetisi kembali di PIMNAS IPB ke 29 di kota Bogor yang diadakan pada tanggal 8-12 Agustus 2016.
https://2.bp.blogspot.com/-dqnMs7vlIvo/Wjirq41f2zI/AAAAAAAAFXc/UF1H2JwJqOMC00TERynETSzHtGcWDTJ2wCLcBGAs/s640/IPB%2BBOGOR%2Bakhywali%2Bdan%2Bnumasco.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-dqnMs7vlIvo/Wjirq41f2zI/AAAAAAAAFXc/UF1H2JwJqOMC00TERynETSzHtGcWDTJ2wCLcBGAs/s72-c/IPB%2BBOGOR%2Bakhywali%2Bdan%2Bnumasco.jpg
Muhammad Wali
https://www.akhywali.net/2017/08/perjalanan-pengusaha-pliek-u-ke-pimnas.html
https://www.akhywali.net/
https://www.akhywali.net/
https://www.akhywali.net/2017/08/perjalanan-pengusaha-pliek-u-ke-pimnas.html
true
5617546411537444367
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy