Ambil Hikmahnya Aja,Wali!

Beberapa hari ini, bahkan sudah 5 hari lamanya saya mengalami keadaan yang belum pernah saya rasakan sebelumnya. Saya sakit di hari raya Idul Adha kali ini. Penyakit baru dan penyakit yang saya tak tahu nama sebelumnya. Berbentuk seperti gelembung yang memiliki cairan di dalamnya. Hidupnya berkoloni dan menjalar ke beberapa saraf di dada, ketiak, dan punggung kiri saya. Saya merasakan nyeri, sakit kepala, dan panas yang amat sangat di bagian tubuh yang terserang penyakit ini. Saya sungguh menderita dan merana karenanya, walau begitu saya juga harus sabar karena ini ujian dari Allahu Ta’ala.

Beberapa hari ini, bahkan sudah 5 hari lamanya saya mengalami keadaan yang belum pernah saya rasakan sebelumnya. Saya sakit di hari raya Idul Adha kali ini. Penyakit baru dan penyakit yang saya tak tahu nama sebelumnya. Berbentuk seperti gelembung yang memiliki cairan di dalamnya. Hidupnya berkoloni dan menjalar ke beberapa saraf di dada, ketiak, dan punggung kiri saya. Saya merasakan nyeri, sakit kepala, dan panas yang amat sangat di bagian tubuh yang terserang penyakit ini. Saya sungguh menderita dan merana karenanya, walau begitu saya juga harus sabar karena ini ujian dari Allahu Ta’ala.

Herpes Zoster atau cacar api
Herpes Zoster

Kronologis Gejala Awal
Hari nol, penyakit ini menyapa dengan beberapa gejala saja. Saya belum terlalu menghiraukan apa yang terjadi pada kulit saya. Kulit di bawah ketiak saya mulai memerah dan terasa cukup panas saya merabanya dan tidak ada kemunculan apa-apa. Pikir saya sesuatu mungkin menggigitnya.

Hari pertama, kulit yang berwarna kemerahan itu mulai tampak batang hidungnya. Ia sudah timbul di permukaan kulit. Tepatnya di bawah ketiak saya. Saya cukup resah dan gelisah. Lalu, saya perlihatkan pada kedua orang tua saya mudah-mudahan mereka mengetahui penyebabnya. Orang tua lalu menganjurkan untuk segera minum obat penurun panas yang bernama paracetamol. Seperti adik saya yang sembuh melalui perantara obat ini. Setelah meminumnya belum ada hasil apa-apa. Bukan salah obatnya ya. Mungkin butuh proses penyembuhan. Ibu Saya tidak tinggal diam ia mulai mengobati penyakit ini seperti ia mengobati penyakit cacar air yang kami alami waktu kecil dulu. Rata-rata ketika kecil kami pernah mengalami demam tinggi dan tumbuhnya bintik-bintik yang berisi cairan di sekujur tubuh kecil kami dulu. Ibu lalu mengambil tepung kanji dan mengaduknya bersama air di mangkok. Hasilnya perpaduan air dan tepung ini pun dibasuh ke tubuhku. Harapannya penyakit kulit ini akan cepat hilang. Saya pun tidur dalam keadaan berlumuran dengan tepung. Tidur saya sungguh tidak nyenyak. Saya kepanasan walau di kipasin dengan fan-blower di dinding. Malam ini saya bermimpi buruk dan melihat sesosok tubuh berwarna putih.

Hari kedua, Saya menceritakan kejadian semalam kepada anggota keluarga. Sebuah hal mistik. Ruam-ruam merah berkelompok kini makin menjalar ke bagian punggung kiri dan dada kiri saya seperti sebuah pukulan tali pinggang. Tak tahan dengan panas dan nyeri malamnya saya membeli obat di tempat perawat di kampung saya. Ia mendiagnosanya sebagai penyakit campak tanpa diperiksanya tubuh saya terlebih dahulu. Ia beri obat, saya pun membayarnya. Pulang ke rumah saya pun meminumnya lalu beristirahat. Namun, tidur saya malam ini juga belum nyenyak. Penyakit ini belum sembuh juga. Setelah minum obat dari perawat itu Alhamdulillah hanya demam saya yang sudah turun. Untuk membasmi penyakit di kulit itu belum ampuh. Saya ketakutan. Saya masih mengonsumsi obat dari perawat tadi. Namun, saya belum yakin dan ragu dengan diagnosanya.

Mencari Informasi Tentang Penyakit dan Pengobatan
Malam hari ketiga, tepatnya malam hari Rabu (13/09/16) Saya pun mencari sumber pengetahuan tentang penyakit ini dengan cara surfing ke mbah Google, saya cari gambar penyakit kulit yang sama bentuknya seperti di tubuh saya. Akhirnya saya dapatkan beberapa artikel disana yang membahas tentang penyakit kulit namanya Herpes Zoster. Kata saya dalam hati sepertinya ini persis. Begitu ada keyakinan saya pun terus menjelajahi beberapa artikel lainnya terkait pengertian, penyebab, dan pengobatannya.

Dari keterangan artikel di hariansehat.com, disana disebutkan bahwa herpes adalah sebuah penyakit peradangan kulit dengan munculnya ruam-ruam merah dan gelembung-gelembung yang berisi air yang biasanya muncul secara berkelompok pada bagian tubuh seseorang penderita penyakit herpes. Penyakit herpes terbagi menjadi dua yaitu herpes zoster dan herpes simpleks. Karena penyakit saya ini lebih ke herpes zoster saya pun terus menggali informasi tentang jenis ini saja.

Herpes Zoster  ini disebabkan oleh virus Varicella Zoster (VZV). Virus ini sama dengan yang menjadi penyebab munculnya penyakit cacar air. Namun gejala yang ditimbulkan oleh herpes zoster ini berbeda dengan cacar air. Penyakit herpes zoster ini ada juga yang menyebutnya dengan nama cacar api atau cacar ular. Wiidih mengerikan namanya. Pantas aja badan saya kepanasan seperti pakai balsem terus. Seluruh informasi tentang herpes zoster ini terus saya gali. Saya pun menyimpulkan gejala dan penyakit ini sama persis dengan saya alami. Tanpa berlama-lama disana saya ingin mencari obatnya. Saya cari artikel lainnya dulu tentang cara pengobatan tradisional sebelum langsung konsultasi ke dokter yang lebih mengerti dan paham. Beberapa saat kemudian Saya dapatkan informasi tentang daun sangjo atau daun dewa. Saya tanyakan pada ibu dan anggota keluarga saya dengan memperlihatkan gambar di google. Namun, mereka juga tidak mengenalinya. Kalau mereka  mengenalinya saya akan menggunakan daun sangjo ini saja untuk melakukan pengobatan secara alami dan lebih aman tanpa efek samping.

Konsultasi dengan Dokter
Tanpa pikir panjang kini sekitar jam 21.00 Wib sudah ada tekad bulat dalam hati saya untuk konsultasi ke dokter. Saya bicarakan dengan kakak yang juga berprofesi sebagai Perawat dan bidan di sebuah rumah sakit di ibu kota kabupaten tentang herpes zoster ini. Akhirnya ia pun memiliki keyakinan untuk itu. Ia langsung menghubungi saudara sepupu kami yang bekerja di sebuah klinik pengobatan di kota Panton Labu. Katanya ada dokter malam ini yang mahir dan mengerti banyak penyakit. Saya menyetujuinya dan langsung mengajak kakak untuk langsung ke sana karena saya sudah tidak tahan dengan kejadian yang sudah parah begini rupa. Saya khawatir kalau virus varicella zoster itu akan menyebar ke bagian lainnya.

Saya langsung bersiap-siap, pakai baju dan jaket agar tidak kedinginan di jalan. Tubuh saya tidaklah lemah hanya saja nyeri dan panas membara terbakar dengan adanya virus varicella zoster ini yang membuat saya begitu tidak nyaman. Saya masih mampu mengenderai motor dan kakak saya bonceng di belakang. Kami pun berangkat.

Sekitar setengah jam kemudian kami sudah sampai di tujuan. Kami tiba di klinik Hazizi, kota Panton Labu. Kami masuk dan seorang perawat pria mempersilahkan saya duduk, lalu isi identitas, dan check up tekanan darah.

Setelah menunggu beberapa saat saya pun dipanggil dokter diruang rawatnya untuk melakukan pemeriksaan. Tanpa berlama-lama menunggu antrian, saya pun masuk dan memperlihatkan penyakit kulit yaang saya alami. Benar sekali kata artikel yang saya baca itu. Saya di vonis penyakit cacar api. Ada virus bandel yang telah menyerang sistem imun sehingga kekebalan tubuh saya menjadi menurun. Dokternya cukup ramah dan bersahabat saya cukup nyaman menceritakan seluruh permasalahan saya kepadanya. Tanpa banyak basi-basi lagi beliau langsung menuliskan resep-resep obatnya dan meminta saya untuk mengikuti anjuran pengobatan berupa pengolesan salap, minum obat, jaga kebersihan, dan juga tidak tinggal untuk makan yang banyak. Dengan mengikuti anjuran dokter ini harapannya 3-5 hari penyakit ini akan sembuh dan menyisakan bekas hitam di kulit saya.
Kini saatnya tinggal menunggu obat disiapkan oleh perawat pembantunya. Beberapa menit kemudian obat telah disiapkan. Ada obat yang 4 kali sehari, 3 kali sehari, 2 kali sehari, dan juga sebuah salap oles untuk kulit luar yang gelembung-gelembung air itu. Setelah obat di tangan saya pun menyelesaikan administrasi kepada petugas perawat tersebut. Saya bayar 80 ribu rupiah untuk konsultasi dan obat ini. Mahal ya...? Makanya jaga kesehatanmu, saudara-saudaraku.

Herpes Zoster atau cacar api
Obat Herpes Zoster

Pengobatan
Kini, hari-hariku masih menyisakan pilu dan proses menunggu dengan sabar. Tetap sabar dan rajin minum obat agar segera sembuh dan kembali fit seperti semula.

Alhamdulillah, dengan perantara meminum anti virus yang bernama acyclovir dan obat-obat lainnya dalam 2 hari ini telah ada perubahan di tubuh saya. Kulit yang terkena cacar api kini mulai menghitam dan kering, mudah-mudahan segera hilang gelembungnya dan hilang bekasnya. Nyeri saraf dan otot mulai terasa hilang, hanya saja panas yang menusuk-nusuk kulit itu yang belum mereda.

Kesimpulan
Akhirnya, kita harus ambil hikmahnya aja dari berkenalan dengan herpes zoster ini, semoga teman-teman dan sahabat-sahabat yang mengalami penyakit kulit yang belum diketahuinya langsung dikonsultasi ke dokter segera supaya tidak terlambat pencegahannya. Jagalah kesehatanmu selagi muda dengan berolahraga, jaga kebersihan, dan atur pola makan sehat anak muda. Semoga tulisan ini bermanfaat sebagai pengalaman hidup. Sebelum ke dokter cari di internet dulu.

Semoga kamu cepat sembuh Muhammad Wali ya.

COMMENTS

Name

Adsense,1,Astronomi,9,Bisnis,15,Blogging,22,Buku,10,Catatan,84,Cinta,7,Computer Science,34,Delphi,2,Dunia Kepenulisan,9,Freelancer,1,Gadget,2,Game,2,HUT RI 70,2,Ilmu Pengetahuan,2,Inspirasi Tokoh,1,Kepribadian,2,Kesehatan,1,Keuangan,1,Khotbah,4,KKN,7,Lifestyle,1,Matematika,1,Motivasi,13,Pengalaman,21,PIMNAS,2,Produktivitas,3,Professional,4,Resensi,4,Review,7,Sahabat,4,SEO,1,Smartphone,1,Startup,6,Student,42,Teknologi,15,Tips,20,Travelling,13,Tutorial,3,Vlogging,1,Wirausaha,31,Youtuber,1,
ltr
item
Muhammad Wali: Ambil Hikmahnya Aja,Wali!
Ambil Hikmahnya Aja,Wali!
Beberapa hari ini, bahkan sudah 5 hari lamanya saya mengalami keadaan yang belum pernah saya rasakan sebelumnya. Saya sakit di hari raya Idul Adha kali ini. Penyakit baru dan penyakit yang saya tak tahu nama sebelumnya. Berbentuk seperti gelembung yang memiliki cairan di dalamnya. Hidupnya berkoloni dan menjalar ke beberapa saraf di dada, ketiak, dan punggung kiri saya. Saya merasakan nyeri, sakit kepala, dan panas yang amat sangat di bagian tubuh yang terserang penyakit ini. Saya sungguh menderita dan merana karenanya, walau begitu saya juga harus sabar karena ini ujian dari Allahu Ta’ala.
https://4.bp.blogspot.com/-WWWYjsWtW7I/V9x9ixJ21sI/AAAAAAAAATI/o5jDmRzjQPAHWzz-J68NUsJVWgzhntknQCLcB/s640/Herpes%2BZoster.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-WWWYjsWtW7I/V9x9ixJ21sI/AAAAAAAAATI/o5jDmRzjQPAHWzz-J68NUsJVWgzhntknQCLcB/s72-c/Herpes%2BZoster.jpg
Muhammad Wali
https://www.akhywali.net/2016/09/ambil-hikmahnya-ajawali.html
https://www.akhywali.net/
https://www.akhywali.net/
https://www.akhywali.net/2016/09/ambil-hikmahnya-ajawali.html
true
5617546411537444367
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy