HAMPIR SAJA SAYA DITIPU HARI INI

HAMPIR SAJA SAYA DITIPU HARI INI


Malam telah tiba dan gelap menyelimuti langit malam ini. Sekitar pukul 7.18 pm,  ketika saya sedang asyik-asyiknya membaca beberapa artikel bagus mengenai startup dan teknologi di situs TechinAsia Indonesia telepon genggam yang berwarna merah itu berbunyi. Saya sedikit kaget. Ada apa gerangan sebuah nomor yang tidak saya kenal namanya mengajak saya berbicara, menyapa, bermain petak umpet dengan namanya untuk ditebak. Kedengarannya seperti sudah lama kenal saja. Saya yang tidak ingin berlama-lama dan memperdebatkan siapa dibalik suara misterius itu. Akhirnya saya pun menebak ia sebagai teman kenalan saya di media sosial facebook bernama Sarpan dari ambon, Maluku. Ia menerimanya dan tidak membantah sama sekali.

Saya masih tetap ragu dengannya (sipenelpon). Alasannya kenapa saya menebak ia sebagai Sarpan karena ia salah seorang yang sudah lama tidak ada kabar sama sekali. Ia seorang calon jurnalis dan ia bisa berkunjung ke daerah manapun ia ditunjuk kerja untuk meliput berita.

Beberapa menit kemudian pembicaraan kami kembali ke arah serius dan begitu mendesak dibuatnya. Pertama sekali dia menanyakan tentang lokasi keberadaan saya sekarang ini. Saya katakan saya berada di Lhokseumawe. Si penelpon misterius itu pun menjawab bahwa ia juga di Lhokseumawe, di persimpangan (tidak jelas). Selanjutnya, karena saya seperti mempercayainya ia pun makin semangat untuk berbicara dengan saya. “Jangan bilang pada siapa-siapa atau jangan sampai ada yang mengetahui ada sesuatu yang ingin saya ceritakan kepada Abang”, kata si penelpon misterius itu. “ Oke baiklah, InsyaAllah”, saya katakan. Saya ingin mendengar seperti apa keluh kesah yang ingin ia ungkapkan. Saya pikir juga ia akan curhat kepada saya. Sudah seperti biasanya saya jadi pendengar yang baik terhadap permasalahan orang-orang. 

Singkat cerita, saya dengar pembicaraannya terus kearah serius dan ia seperti dalam begitu terdesak. Ia pun bercerita bahwa ia menemukan sebuah tas pinggang beberapa waktu yang lalu ketika berada di Lhokseumawe. Seseorang telah kehilangan tas pinggang dan sipemilik tidak meninggalkan satu pun identitas. Hanya saja beberapa barang berharga seperti kalung emas seberat 5 gram, Smartphone Samsung Galaxy S4 yang sedang lobet, selembar foto, dan juga  uang tunai sebanyak 3,8 juta rupiah ada didalamnya. Saya jadi menggigil dan seperti takut diajak terlibat untuk berbohong kepada yang lainnya.  

Lanjut ceritanya lagi, kisah penemuan barang yang hilang itu tercium oleh beberapa warga. Dan si penelpon misterius ini ditangkap oleh beberapa orang tersebut dan meminta ia membagi-bagikan isi barang temuan tersebut secara merata. Ia tidak mau memberikannya dan berharap saya ini mau membantunya berbohong kepada warga yang akan memastikan bahwa saya ini adalah pemilik dari tas pinggang itu dan juga mengakui bahwa saya adalah saudaranya si penelpon ini. Sungguh skenario yang sangat indah telah diatur untuk mengajak saya menipu orang lain. Dan Alhamdulillah saya mampu membaca gelagatnya ini. Saya sebenarnya tidak ingin berbohong sama sekali. Saya menggigil berhubungan dengan kebohongan dan tipu-tipu.

Setelah sesuai kesepakatan saya pun berpikir bagaimana kalau saya membantunya saja. Nurani saya berkata. Adalah perbuatan mulia jika saya bisa membantu orang lain yang sedang kesusahan. Saya pun pasrah saja. Si warga yang bersama oknum penelpon misterius tadi berbicara dengan saya juga memastikan bahwa saya adalah pemilik dari tas pinggang tersebut . Saya sudah berbohong kepadanya dengan mengakui bahwa tas dan seluruh isinya itu adalah kepunyaan saya. Saya mengatur semua barang-barang isi tas tersebut sesuai anjuran si oknum penelpon misterius.  Beliau percaya dan menanyakan kembali hubungan saya dengan si oknum. Saya berbohong lagi saya katakan saya adalah saudaranya dan untuk masalah tas itu saya kembalikan kepada si penelpon untuk membawa pulang kepada saya.

            Lalu, untuk mengatasi banyaknya pertanyaan berlebihan lain yang tidak bisa saya jawab nantinya, saya pun menyuruh warga pura-pura tadi untuk mengembalikan handphone ke si penelpon misterius. Si penelpon misterius sepertinya akan mulai melancarkan serangannya kepada saya.

            Akhirnya apa yang terjadi ?

Saya ingin ditipunya.

Saya disuruh mengirimkan/transfer pulsa Rp 100.000,- ke nomor 081377275803, mengatasnamakan milik warga yang telah menemukan temuan yang pertama dan menahan si penelpon itu. Jadi, uang itu sebagai tanda pengertian dan juga terima kasih saya kepadanya yang telah menemukan tas pinggang yang sangat berharga itu. 

Apa yang saya lakukan selanjutnya ?

Saya keberatan dan permintaannya dan mondar mandir bagaimana kalau memang ia benar-benar teman saya yang di medsos itu. Dalam hati saya berkata “Bagaimana kalau ini adalah sebuah cerita fiktif hasil karangan sekelompok tim yang ingin menipu saya?”.

Saya belum bisa mengatakan atau men-judge-nya penipu hingga saat ini. Ceritanya Ia seolah-olah masih dalam ketakutan di dalam kerumunan para warga. Ada rasa kasihan dalam hati saya ketika itu. Mengingat orang yang saya sebutkan sebagai Sarpan itu adalah orang baik yang tak ingin menipu temannya. Ini pertama kalinya saya berkomunikasi dengan orang-orang yang tak saya kenali mukanya. Ada sedikit ketakutan membaluti pikiran saya juga dan saya begitu was-was di dalam ada. Kalau-kalau ia berubah jadi penghipnotis juga dengan kata-kata dari cerita fiktifnya tadi.

Hampir saja saya ingin mengambil baju pergi ke counter untuk mentransfer sejumlah uang yang disarankan oleh si oknum calon penipu ini. Si pelpon menjanjikan bahwa Ia akan membayar pulsa di counter, tempat saya mengisi pulsa untuk nomor yang disuruh itu. Apabila ia telah lepas nantinya. Ia memberi perintah kepada Saya untuk tidak mematikan handphone hingga saya sampai ke counter, karena hendak dipantau terus selama saya melakukan pengisian pulsa. Saya akhirnya tak mau ambil pusing lagi dengan segala ucapannya. Saya  memilih mematikan  telepon genggam (hp) saya sejenak supaya ia tak bisa menghubungi lagi.

Setelah pikiran saya sedikit tenang dan saya hidupkan kembali HP. Lalu saya mengutak-atik nomor kenalan saya dari Maluku itu, ternyata nomornya sangat berbeda. Saya pikir nomor Sarpan telah hilang bersamaan dengan penyetelan ulang handphone saya yang lain ternyata tidak, nomornya masih ada. Makanya ketika masuk nomor baru yang ramah-ramah, sok kenal, sok dekat, seperti oknum yang misterius ini saya langsung menebak bahwa si penelpon itu sebagai Sarpan, Si jurnalis dari Ambon itu.

Telepon genggam saya kembali berdering si calon penipu masih berusaha menghubungi saya untuk memastikan apakah saya sudah mentransfer pulsa 100 ribu untuknya. Saya sudah habis kesabaran untuk menghadapinya. Saya pun meminta jaminan apapun dan memastikan bahwa ia tidak menipu dan tidak sedang berbohong dengan saya. Saya juga katakan saya tidak memiliki uang, saya seorang mahasiswa. Ia masih saja bersikukuh, bahkan ia sudah berani bersumpah untuk uang 100 ribu tersebut. Saya juga menanyakan nomor terdahulunya dan ia pun salah menyebut angka terakhir yang saya inginkan. Ini menjadi bukti terkuat saya pertama dalam menyelidiki kasus penipuan yang hampir menimpa saya ini. Alhamdulillah, Allah selalu menolong hamba-Nya yang lemah dan tiada daya ini.

             Apa yang terjadi berikutnya ?
Saya pun tidak mempercayainya dan saya menyatakan keberatan serta tidak ingin membantunya lepas dari masalah cerita dan fiktif belaka itu. Saya tidak ingin terlibat dan tidak ingin ditipu. Begitu saya nyatakan demikian ia pun banting setir dan tak sabar untuk menyemprot saya terlebih dahulu sebelum percakapan ditutup dengan mengucapkan kata yang terakhir “Capek saya ngomong dari tadi”. Ditambah dengan kata-kata motivasi lainnya yang bunyinya tak sedap didengar. Keji, kotor, dan jorok. Astagfirullahal’adzim.

Saya mudah dipengaruhi cerita. Tapi, prinsip saya tetap tidak mudah melaksanakan dan saya masih tetap berpikir dengan otak saya mana yang terbaik harus dikerjakan. Tidak boleh membuang-buang uang sembarangan. Tidaklah mudah kita mendapatkannya. Oknum penipu abal-abal... Saya sudah cap ia penipu dan aktor penjahat yang professional. Hampir saja saya dibohongi.

Pembicaraan telah ditutup dengan kondisi yang menyedihkan bagi si penelpon misterius yang tidak mendapatkan hasil. Saya belum berhenti sampai disitu dan membuat tugas-tugas mata kuliah saya belum terselesaikan. Saya harus pun berinisiatif mengusut kembali dan terus menggali informasi lebih banyak untuk mencari sosok dibalik oknum penipu ini dengan menggunakan alat pelacak no.hp gsm yang ada di internet. Bukti ketiga akhirnya dapati kembali. Nomor hape yang digunakan untuk menghubungi saya tadi adalah 081263278244 ini terdaftar di kota Medan bukan dari Kota Ambon, provinsi maluku. Dari website pelacak no.hp bernama www.ceebydith.com/cek-hlr-lokasi-hp.html  itu saya dapati. Saya zoom google maps satelit dan saya temukan sebuah nama Antoni Hiras Sagala. Kita hanya baru bisa menduga dan belum bisa dipastikan. 




Imbauan dan harapan saya sebagai calon korban tindak kriminal penipuan ini:
Semoga berita ini dapat bermanfaat bagi para warga, agar lebih berhati-hati dan waspada apabila mendapat panggilan dari nomor tidak dikenal atau nomor di atas melalui telepon rumah maupun handphone dan semoga polisi/aparat penegak hukum yang melindungi dan menjaga keamanan rakyat mau mengusut kasus ini sampai tuntas dan dapat segera meringkus para pelaku modus tersebut.

 Itu harapan saya dari tulisan ini.


COMMENTS

Name

Adsense,1,Astronomi,9,Bisnis,15,Blogging,22,Buku,10,Catatan,84,Cinta,7,Computer Science,34,Delphi,2,Dunia Kepenulisan,9,Freelancer,1,Gadget,2,Game,2,HUT RI 70,2,Ilmu Pengetahuan,2,Inspirasi Tokoh,1,Kepribadian,2,Kesehatan,1,Keuangan,1,Khotbah,4,KKN,7,Lifestyle,1,Matematika,1,Motivasi,13,Pengalaman,21,PIMNAS,2,Produktivitas,3,Professional,4,Resensi,4,Review,7,Sahabat,4,SEO,1,Smartphone,1,Startup,6,Student,42,Teknologi,15,Tips,20,Travelling,13,Tutorial,3,Vlogging,1,Wirausaha,31,Youtuber,1,
ltr
item
Muhammad Wali: HAMPIR SAJA SAYA DITIPU HARI INI
HAMPIR SAJA SAYA DITIPU HARI INI
HAMPIR SAJA SAYA DITIPU HARI INI
http://3.bp.blogspot.com/-QYOtSsVEABY/VmcaPi96moI/AAAAAAAAClM/iAN3_oBuZd4/s640/Penipuan.JPG
http://3.bp.blogspot.com/-QYOtSsVEABY/VmcaPi96moI/AAAAAAAAClM/iAN3_oBuZd4/s72-c/Penipuan.JPG
Muhammad Wali
https://www.akhywali.net/2015/12/hampir-saja-saya-ditipu-hari-ini.html
https://www.akhywali.net/
https://www.akhywali.net/
https://www.akhywali.net/2015/12/hampir-saja-saya-ditipu-hari-ini.html
true
5617546411537444367
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy