SEPOTONG DIAM KARYA BANG SYAIHA

SEPOTONG DIAM


Jum’at pagi kemarin pukul 08.51 WIB, ponsel saya yang bermerek Nokia, menyala, dan berbunyi dengan nada deringnya. Penelepon dari petugas jasa pengiriman barang JNE Krueng Geukuh, Dewantara. Beliau mengabarkan berita baik untuk raga dan jiwa saya. Saya jawab “saya akan mengambilnya sendiri di tempat anda segera”. Ketika itu saya sedang sibuk mengunggah proposal program kreativitas Mahasiswa (PKM) ke SIMLITABMAS karena deadline-nya pendaftarannya hingga hari sabtu, hari ini tiba. Saya harus menyelesaikan tugas itu, karena saya tidak sabaran lagi untuk melihat benda keramat kiriman penulis bernama pena Bang Syaiha. Tahu tak teman-teman apa yang saya maksudkan? Kan ada di gambar, Haha...
  

Saya memesannya  beberapa hari yang lalu langsung dari penulis muda, pemilik website yang selalu saya kunjungi dan saya begitu mengaguminya. Beliau begitu semangat walau dengan keterbatasan yang dimilikinya. Kemampuan beliau dalam menulis cerita-cerita dan apa saja di web pribadinya mengundang begitu banyak pembaca dan akhirnya mereka pun setia kembali setiap pagi harinya hanya untuk membaca karya-karya tulisannya. Salah satu penyusupnya, ya saya, pemuda dari Aceh Utara.

Empat hari diperjalanan yang sangat jauh, dari planet bogor hingga ke planet Banda Aceh dan sampailah di satelit Aceh Utara. Pesanannya saya telah tiba dengan selamat dan sekarang sudah ada didepan mata. Terima kasih bang Syaiha, sesuai dengan permintaan dan seperti mimpi saja. Saya buka bukunya didalam telah tertera tulisan tangan, nama, dan tanda tangan Bang Syaiha. Saya pun jadi gembira. Oh, Senang tiada bandingannya.

Saya memilih diam sejenak artinya belum berkata apa-apa dan belum membaca. Setelah tiba dikamar saya pun membaca cerita yang ditorehkan bang syaiha melalui kata-kata. Kumpulan kata-kata yang mudah dipahami, begitu gurih, renyah, dan ingin saya lahab saja. Tanpa menunggu hari esok tiba. Saya melihat bahasanya juga tak kalah sastranya dengan penulis lainnya.

Kata demi kata semakin membuat saya tergoda. Saya terharu, ikut meneteskan air mata ketika membaca. Isakan tangis saya tumpah seketika. Teringat saya akan orang tua, bapak yang sedang sakit di hari raya idul adha. Setelah kami infus beliau di rumah beberapa hari, sakitnya tak menurun juga. Penyakit diabetesnya juga kambuh tiba-tiba. Di sore hari raya pertama kami bawa ke Rumah Sakit Umum Cut Meutia. Kami harus merawatnya disana. Bapak harus di transfusi darah segera hari itu juga. Bapak koma diranjangnya. Dua hari kemudian baru bapak sadar dan sedikit berkata dengan bisik-bisik saja. Beberapa hari kemudian Saya harus kembali belajar di Krueng Geukuh, Dewantara. Perjalanan 2 jam dari kampung saya. Saya kuliah di program studi Teknik informatika bidang minat multimedia. Saya kemudian meninggalkan bapak yang sedang sakit bersama kakak dan ibunda yang merawatnya dengan cinta. Saya juga harus kembali melanjutkan perjuangan mengikuti program-program pengajuan proposal kreativitas mahasiswa wirausaha. Sebelumnya saya juga telah memenangkan program wirausaha mandiri kampus tercinta. Saya optimis ikut mengantarkan 2 proposal kali ini yang masih  bertema wirausaha. Setelah membaca buku ini semangat organisasi dan wirausaha saya juga semakin meluap-meluap tak terhingga. Saya juga penerima beasiswa, pertahankan IPK agar masih bisa terima dananya. Alhamdulillah, Allah memberikan apa yang kita butuh dan yang kita pinta.

Tokohnya seperti orang yang saya kenal keberadaannya di dunia maya. Saya tidak ingin mengada-ngada. Saya suka, saya suka. Kata-kata nya kadang sedih, kadang juga bahagia dan membuat saya tertawa mengingat betapa humornya bang syaiha. Apalagi ternyata kisah-kisah di dalamnya membawa saya pembaca jadi ikut terjun ke dalam cerita. Buku “SEPOTONG DIAM” mampu membangkitkan hati dan jiwa muda saya untuk berkarya, ingin saya jadi penulis, pengusaha, dan cinta kepada Rabb Allahu Ta’ala.  

Jika kalian membidik benda di langit, maka bidiklah rembulan. Karena jika pun nanti kalian meleset, paling tidak tetap sebuah bintang indah yang dapatkan disana. Bercita-citalah setinggi langit, karena jikapun nanti tidak tercapai, paling tidak kalian tidak akan jatuh serendah dasar lautan. (Sepotong Diam, Bang Syaiha)

“Bagi para pecinta, mereka punya bahasa sendiri, tidak perlu berkata-kata. Cukup dengan senyuman, anggukan, dan lirikan mata saja.” (Bang syaiha)

Recommended untuk teman-teman semuanya.

COMMENTS

Name

Adsense,1,Astronomi,9,Bisnis,15,Blogging,22,Buku,10,Catatan,84,Cinta,7,Computer Science,34,Delphi,2,Dunia Kepenulisan,9,Freelancer,1,Gadget,2,Game,2,HUT RI 70,2,Ilmu Pengetahuan,2,Inspirasi Tokoh,1,Kepribadian,2,Kesehatan,1,Keuangan,1,Khotbah,4,KKN,7,Lifestyle,1,Matematika,1,Motivasi,13,Pengalaman,21,PIMNAS,2,Produktivitas,3,Professional,4,Resensi,4,Review,7,Sahabat,4,SEO,1,Smartphone,1,Startup,6,Student,42,Teknologi,15,Tips,20,Travelling,13,Tutorial,3,Vlogging,1,Wirausaha,31,Youtuber,1,
ltr
item
Muhammad Wali: SEPOTONG DIAM KARYA BANG SYAIHA
SEPOTONG DIAM KARYA BANG SYAIHA
SEPOTONG DIAM
https://4.bp.blogspot.com/-io642TFlF8g/VhjHrg4lYvI/AAAAAAAACHg/wRFVaVy-kCw/s400/Muhammad%2BWali%2Bbersama%2BBuku%2BSepotong%2Bdiam.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-io642TFlF8g/VhjHrg4lYvI/AAAAAAAACHg/wRFVaVy-kCw/s72-c/Muhammad%2BWali%2Bbersama%2BBuku%2BSepotong%2Bdiam.jpg
Muhammad Wali
https://www.akhywali.net/2015/10/sepotong-diam.html
https://www.akhywali.net/
https://www.akhywali.net/
https://www.akhywali.net/2015/10/sepotong-diam.html
true
5617546411537444367
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy