MAHFUZHAT SEBAGAI PENYEMANGAT HIDUPKU

MAHFUZHAT SEBAGAI PENYEMANGAT HIDUPKU

Hidup itu merupakan pilihan sekaligus perjuangan untuk kita. Kita hidup di dunia ini tentu memiliki tujuan yang pasti kan ? apakah  sahabat hanya sekedar hidup dan menjadi manusia yang hanya bisa bernafas ? tentu pemikiran-pemikiran seperti itu harus segera kita buang jauh - jauh. Hidup adalah perjuangan, kita harus maju, mau sukses ya harus belajar, harus bekerja, harus berdo’a, dan tentunya harus tetap semangat. Semua hal tersebut tak hanya ada niat tetapi diperlukan tindakan yang nyata untuk mewujudkannya. Tak hanya belajar teori tapi kita juga harus mempraktekkannya.
Tak jarang juga kita akan gagal, namun bukan untuk kita sesali. Tapi kita harus terus bangkit dari kegagalan itu dengan terus mencoba, mencoba, dan mencoba karena hal-hal baru pada dasarnya harus dimulai dengan kegagalan. Dan dari kegagalan itulah kita belajar menjadi sukses.
Sumber gambar : bukumedan.wordpress.com
Kembali ke tema kita sahabat... Antum-antum, Tahu tidak apa itu mahfudzat ?.. 

Bagi kalangan pondok pesantren penyebutan mahfudzat sudah tidak asing lagi, karena sudah menjadi mata pelajaran wajib di setiap pondok pesantren, tak terkecuali di pondok pesantrenku, Dayah terpadu Almuslimun yang terletak di kecamtan Lhoksukon Aceh Utara, tempatku menimba ilmu agama 8 tahun yang silam. Di pondok pesantren disamping mempelajari Bahasa Arab sebagai induk untuk memahaminya, akan tetapi agar para Santri (Pelajar) juga dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari mutiara hikmah Ulama – ulama terdahulu yang penyebutannya dalam Bahasa Arab.
Mahfudzat menurut bahasa adalah kata mutiara, yang dalam bahasa inggris disebut Wise Word. Akan tetapi kata – kata mutiara yang terdapat  dan di pelajari dalam kurikulum pelajaran  pesantren  kami adalah kata-kata mutiara dari para Ulama terdahulu yang keilmuannya sudah mumpuni dan telah memiliki banyak pengalaman dan pelajaran hidup. Tujuannya agar para santri-santri dapat memiliki pemikiran yang bagus dan memiliki karakter yang mulia.
Pelajaran kelas satu yang pertama sekali ku terima adalah “Man jadda Wajada , Siapa bersungguh-sungguh, maka ia akan mendapat” , hampir sama dengan kisah penulis Negeri 5 Menara, Ahmad Fuadi. Kata-kata mahfudzat yang beliau dengar pertama kali adalah man jadda wajada. Ketika mendengarnya begitu menggugah hati kami. Ustadz Nazaruddin berteriak “Man jadda wajada” menyemangati kami di pertemuan pertama mata pelajaran mahfudzat di pesantren Al-muslimun dulu. 

Aku begitu tertarik dan terus mengikuti setiap pertemuan dengan ustadz Nazar, tak hanya di dalam kelas aku pun berusaha mencari sumber-sumber mahfuzdat lainnya yang lebih keren dari ikhwan-ikhwan yang sudah lebih dulu masuk pesantren dan juga memfotocopy buku-buku panduan mahfudzat yang begitu banyak untuk di hafalkan karena ku tahu saat itu mahfudzat ini akan bermanfaat di masa depanku kelak.... 
Pertemuan Kedua kami diperkenalkan dengan kata-kata mutiara baru yaitu “Man yazra’u yahshudu” artinya Barang siapa yang menanam , dialah yang memetiknya begitu banyak pelajaran yang kudapat dari mahfudzat ini. Siapa yang belajar dialah yang kan sukses. Di pertemuan-pertemuan selanjutnya kami di perkenalkan lagi dengan mahfudzat baru “Man saara ‘alad darbi washala” yang artinya barang siapa yang berjalan pada jalannya sampai lah ia...maksudnya barang siapa yang ingin mencapai pada impiannya maka pekerjaannya harus sesuai dengan apa yang ingin dicapai. Keren kan? Begitu banyak hikmah, begitu bijak. Aku pun semangat dengannya terus belajar dan belajar hingga saat ini. 
Wamallazatu illa ba’dat ta’bi, Tidak ada kenikmatan kecuali setelah kepayahan. Ikhtiar (usaha), Do’a dan Tawakkal kepada Allah adalah salah satu kunci untuk mendapat kenikmatan yang sesungguhnya. Maka dari hikmah itulah kita hendaknya jangan berleha-leha karena kenikmatan itu akan datang dan tiba setelah Ikhtiar (usaha), Do’a dan Tawakkal telah di lakukan dengan begitu susah payah.
Akhirnya, ...Muhammad Wali pun harus pamit undur diri dari hadapan antum-antum sekalian,...
Kalau ada kata-kata yang salah mohon di maaafkan. 
Wabilllahi Taufiq Walhidayah Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.

COMMENTS

Name

Adsense,1,Astronomi,9,Bisnis,15,Blogging,22,Buku,10,Catatan,84,Cinta,7,Computer Science,34,Delphi,2,Dunia Kepenulisan,9,Freelancer,1,Gadget,2,Game,2,HUT RI 70,2,Ilmu Pengetahuan,2,Inspirasi Tokoh,1,Kepribadian,2,Kesehatan,1,Keuangan,1,Khotbah,4,KKN,7,Lifestyle,1,Matematika,1,Motivasi,13,Pengalaman,21,PIMNAS,2,Produktivitas,3,Professional,4,Resensi,4,Review,7,Sahabat,4,SEO,1,Smartphone,1,Startup,6,Student,42,Teknologi,15,Tips,20,Travelling,13,Tutorial,3,Vlogging,1,Wirausaha,31,Youtuber,1,
ltr
item
Muhammad Wali: MAHFUZHAT SEBAGAI PENYEMANGAT HIDUPKU
MAHFUZHAT SEBAGAI PENYEMANGAT HIDUPKU
MAHFUZHAT SEBAGAI PENYEMANGAT HIDUPKU
http://1.bp.blogspot.com/-OgVkaE-Z2qI/Vcv0mOeZOVI/AAAAAAAABGo/C7s3_JlorJ4/s640/mahfudzat.JPG
http://1.bp.blogspot.com/-OgVkaE-Z2qI/Vcv0mOeZOVI/AAAAAAAABGo/C7s3_JlorJ4/s72-c/mahfudzat.JPG
Muhammad Wali
https://www.akhywali.net/2015/07/mahfuzhat-sebangai-penyemangat-hidupku.html
https://www.akhywali.net/
https://www.akhywali.net/
https://www.akhywali.net/2015/07/mahfuzhat-sebangai-penyemangat-hidupku.html
true
5617546411537444367
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy